top of page

Desainer, Yuk Kenali Nilai Kreatifmu Sendiri! Jangan biarkan kreativitasmu undervalued!


Desainer, Yuk Kenali Nilai Kreatifmu Sendiri!


Halo, Sobat Kreatif! Pernah gak sih kamu dimintai tolong bikin desain, tapi disuruh kasih harga temen? Duh, pernah banget nih! Asli, kesel banget deh. Harusnya kan sebagai temen, mereka malah harus kasih harga lebih sebagai bentuk apresiasi, iyakannn!!


Yaudah deh, yang kayak gitu mendingan di-skip aja. Karena sebenarnya, potensi kita akan dihargai oleh orang-orang yang setara dengan kita. Daripada debat panjang, mending gak usah diladenin.


Yuk, kita belajar cara menentukan harga aset sesuai dengan value kita atau minimal harga di pasaran. Tapi, emang sih, harga desain itu beda-beda, gak kayak harga kopi yang hampir sama di setiap warung. Nah, makanya nih, aku mau ngajarin ke kamu gimana sih caranya ngasih harga buat desainmu.

  1. Hitung Waktu dan Pengalaman: Pertama, kamu harus hitung berapa lama kamu menyelesaikan sebuah pekerjaan, harus detail ya. Misalnya bikin postingan social media butuh waktu 1 jam, atau bikin banner ngabisin waktu 5 jam. Pengalaman bekerja juga mempengaruhi, harga pengalaman ini juga yang menjadi faktor penentu suatu aset harga.

  2. Biaya yang Dikeluarkan: Selain waktu kamu juga harus hitung berapa biaya yang kamu keluarkan dalam menghasilkan sebuah desain. Semuanya harus detail, mulai dari beli keperluan yang menunjang hasil sebuah desain. Misalnya, langganan online seperti icon atau vektor, bayar software desain, biaya internet, listrik, atau ngopi di Starbuck, pasti yang paling mahal kopinya, wkwk. But it’s okay, itu hak kamu jadi ya boleh-boleh aja.

  3. Target Projek Bulanan: Sah-sah aja sih kamu mempertimbangkan berapa projek yang harus kamu ambil dalam satu bulan, pastinya harus sesuai dong sama tuntutan biaya hidup. Pertimbangkan juga tujuan ambil projeknya, misalnya untuk memperluas jaringan, atau menambah skill atau buat modal nikah, haha. Misal nih, kamu punya target dalam satu bulan harus dapet projek masuk minimal 10 juta, nah dari situ kamu harus pintar-pintar membagi buat keperluan apa aja, jangan lupa selalu tambahkan 10% untuk pertumbuhan bisnis.

  4. Kenali Client: Sebelum matokin nilai aset kamu harus tau dulu siapa client kamu, apakah sebuah organisasi nirilaba, UMKM, rumah makan atau perusahaan kecil. Biasanya range harga yang mereka buka beragam, nah sebelum memberikan harga kamu juga harus jelasin kenapa kamu patok segitu. Tujuannya supaya kamu terlihat profesional.

  5. Temukan juga harga lokal. Coba cek gimana freelancer lain kasih harga desain mereka. Ini bisa jadi patokkan buat kamu dalam menyusun harga.

Semoga tips ini membantu ya buat para kontributor yang lagi bingung tentuin harga!

Comments


bottom of page